Pikun Itu Tidak Wajar, Pikun Itu Gejala

Pikun Itu Tidak Wajar, Pikun Itu Gejala





Assalamualaikum wr wb.

Pernah denger istilah Demensia Alzheimer
Alzheimer merupakan sebuah penyakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat dan juga kemampuan untuk berpikir, bahkan berbicara. Nah, alzheimer ini biasanya menyerang para lansia. Mereka yang mengidap penyakit ini tentu butuh bantuan khusus. Penderita nya bisa mengalami lupa yang tak wajar dan menyebabkan Pikun.

Makchy jadi teringat dengan salah satu drama Korea yang berjudul A Moment to Remember pada tahun 2004 kalau gak salah ingat (nah mulai lupa juga nih makchy hehe) Film ini berkisah tentang kisah cinta Su-jin dan Cheol-su yang kerap bertemu hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta.

Namun sayangnya, masalah muncul saat Cheol-su mengetahui bahwa Su-jin sering melupakan berbagai aktivitas yang menyebabkan dampak fatal. Setelah diperiksa dokter, ternyata Su-jin menderita demensia alzheimer. 

Pikun Tidak Wajar, Pikun Itu Gejala


Beberapa hari yang lalu makchy berkesempatan mengikuti webinar kesehatan tentang Demensia Alzheimer. Dalam rangka Festival digital bulan Alzheimer Sedunia.




Ternyata sering lupa bukan sesuatu hal yang normal ya, kalau sudah merasa lupa yang berlebihan sepertinya kita harus mulai kenali dan segera #ObatiPikun sejak dini. 

Gejala Umum Demensia atau pikun sebagai berikut : 

1. Sering hilang ingatan
2. Sulit melakukan kegiatan sehari-hari
3. Sering bingung
4. Sulit menentukan kata dan angka
5. Sering berubah suasana hati dan perilaku


Pikun: Gejala Demensia yang Perlu Pengobatan.


Pikun umumnya diartikan sebagai kondisi berkurangnya daya ingat atau memori. Banyak orang yang beranggapan bahwa pikun merupakan efek penuaan yang tidak dapat dihindari.




Kemampuan mengingat dan memproses sesuatu memang berkurang secara bertahap dari waktu ke waktu. Namun, bukan berarti saat beranjak tua, seseorang pasti mengalami pikun atau menjadi sering lupa.

Pada kasus tertentu, pikun perlu dicurigai sebagai gejala awal dari demensia. Demensia sendiri merupakan sindrom atau kumpulan gejala yang mengacu pada penurunan fungsi otak, seperti menurunnya daya ingat, gangguan proses berpikir dan perilaku, serta perubahan kondisi mental atau emosional.

Pikun yang disebabkan oleh demensia umumnya akan membuat penderitanya mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Jika sudah parah, lansia yang mengalami pikun parah karena demensia bahkan bisa tidak mengenal orang terdekatnya.

Lalu siapa saja yang bersiko besar terkena Demensia Alzheimer? 

1. Lansia
2. Penyakit keturunan
3. Orang-orang yang kekurangan Vitamin B12
4. Perokok aktif 
5. Orang-orang kurang olahraga serta dalam pengaruh obat-obatan
6. Orang-orang yang pernah mengalami Cedera otak

Selain itu, pikun juga bisa terjadi akibat kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebihan dan riwayat penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Beberapa Langkah Penanganan Pikun


Kondisi "pikun" merupakan salah satu masalah kesehatan yang tidak boleh dibiarkan dan di anggap sepele dan perlu sekali diperiksakan ke dokter, terlebih jika pikun sudah cukup parah dan mengarah pada gejala demensia. #ObatiPikun

1. Pengobatan dengan Mengatur pola makan

pikun difokuskan pada cara mengatasi penyebab demensia itu sendiri. Mengatur pola makan bergizi seimbang atau meresepkan suplemen. 

Sementara itu, untuk pikun atau demensia yang disebabkan oleh tumor otak atau cedera otak dokter mungkin akan mengatasinya dengan cara melakukan operasi dan kemoterapi.

2. Meresepkan obat-obatan

Meski tidak dapat menyembuhkan demensia secara menyeluruh, tetapi obat-obatan tersebut dapat meringankan gejala pikun dan memperbaiki fungsi mental, seperti suasana hati dan perilaku.

3. Melakukan terapi stimulasi kognitif

Terapi yang disebut juga cognitive stimulation therapy (CST) ini merupakan salah satu metode psikoterapi untuk memperbaiki fungsi kognitif dan memperbaiki hubungan penderita demensia dengan orang di sekitarnya.


4. Memberikan perawatan

Perawatan ini mencakup pemberian obat-obatan, perawatan di rumah untuk melatih penderita agar dapat beraktivitas dengan lebih mandiri, serta konseling dan dukungan dari teman dan keluarga.

Menjalani gaya hidup sehat dengan olahraga teratur dan tetap menjalin komunikasi serta hubungan sosial dengan orang sekitar juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya pikun atau demensia.

Nah, sebelum kita mengalami kepikunan lebih baik sejak dini kita harus mulai sayangi diri sendiri dengan rutin olahraga, mengatur pola makan sehat, hindari makanan junkfood, lebih banyak makan buah dan sayur. 

"Kalau bukan sekarang, kapan lagi."
"Kalau bukan kita, siapa lagi" 

Yuk sayangi diri kita sendiri, #ObatiPikun biar hidup semakin bahagia.. 

Wassalamualaikum wr wb..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Bunda : Musim Hujan Si Nyamuk Datang. Ini dia 5 Langkah Mudah Usir Nyamuk

Temen Kondangan, Move On Di Kondangan ?

Penuh Cinta Dengan Sophie Launching Katalog Februari